TIPS MEMILIH PENUTUP LANTAI

Saat kita memiliki sebuah hunian, banyak hal yang dipertimbangkan untuk membuat rumah menjadi nyaman dan lebih indah. Salah satu yang dipertimbangkan adalah penutup lantai. Banyak Penutup lantai yang kita kenal selama ini seperti batu marmer, granit, parquet kayu, karpet, keramik dan Homogenous atau sering disebut juga Granite Tiles. Masing masing punya keunikan, kelebihan dan kekurangan masing masing. Blog ini akan dibahas perbedaan diantara 4 penutup lantai yg serupa namun tak sama, yaitu batu marmer, batu granite, Homogenous tiles (granite tiles) dan keramik.

1. Batu Marmer
Dikenal karena tampilannya yang mewah dan elegant. Marmer berasal dari batuan Kristalin kasar yang terbentuk melalui proses rekristalisasi batu dolomit selama puluhan tahun. 

Penggunaan marmer dirumah kita akan membuat rumah kita terasa lebih natural dengan corak yang random, kalau di injak tanpa alas kaki, lantai marmer itu lebih dingin karena marmer adalah batuan alami. Penggunaan marmer di rumah akan menambah nilai jual dari rumah itu sendiri dikarenakan harga marmer itu cenderung mahal.

Selain harga yang mahal, maintenance lantai marmer cenderung lebih susah dibandingkan penutup lantai lainnya. biasa perlu perawatan extra, minimal 1 tahun 2x wajib dipoles supaya warna dan tampilannya tetap mengkilap. Dikarenakan marmer itu batuan asli, sifatnya sangat berpori, sehingga tidak tahan terhadap noda seperti tumpahan teh atau kopi akan langsung masuk kedalam pori. 

2. Batu Granit
Granit adalah batuan yang terbuat dari magma cair yang membeku. karakteristik granit sangat keras, tahan gores tetapi coraknya cenderung berulang sehingga terkesan monoton. untuk maintenance mirip dengan marmer karena sama-sama batuan asli dan berpori, sehingga noda gampang masuk dan berbekas pada permukaan granite. Untuk harga granite lebih murah dibandingkan dengan harga marmer pada umumnya. 

3. Keramik Lantai
Ceramic tile atau keramik sudah sering kita pakai sebagai penutup lantai. Material ini tren di Indonesia pada tahun 1990-an menggantikan lantai teraso yang populer sebelumnya. Bahkan hingga sekarang, lantai keramik masih menjadi salah satu pilihan finishing lantai yang populer di tengah masyarakat karena harganya yang murah

Keramik pada umumnya mempunyai ukuran sebagai berikut:
Keramik Lantai : 20x20cm, 30x30cm, 40x40cm, 50x50cm dan 60x60cm
Keramik Dinding : 20x25cm, 25x40cm dan 30x60cm

4. Homogeneous Tiles / Granite Tiles
Homogenous tile atau disebut juga Granite tiles jika dibandingkan dengan keramik, sama sama terbuat dari tanah liat dan pasir kuarsa sebagai material utamanya, yang membedakan terletak pada proses pembuatannya. Granite tiles dibakar dengan suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan Keramik. Proses ini membuat homogeneous tile lebih padat, keras, dan sedikit pori-pori sehingga lebih tahan lembab dan anti-noda. Karakteristik ini merata pada seluruh bagian permukaannya. Oleh karena itu finishing lantai ini disebut dengan homogeneous tile karena sifat dan tampilannya yang homogen. Pemakaian istilah granite tiles sebenarnya kurang tepat, karena material homogeneous tiles sama sekali tidak mengandung bebatuan granit. Namun istilah ini tetap populer di masyarakat karena tampilan dari homogeneous tile menyerupai lantai granit yang mewah, mengkilap, dan bertekstur menawan.

Granite tiles tersedia dalam ukuran atau potongan yang lebih besar daripada lantai keramik. Umumnya mempunyai ukuran 60x60cm, 80x80cm, 100x100cm, 120x120cm dan 60x120cm. Ada juga ukuran yang lebih besar seperti 120x240cm, 160x320cm hanya belum terlalu banyak dicari dipasaran. Salah satu merek Granite tiles yang di cari karena kualitasnya adalah merek Nara Ceramica. Selain tampilannya yang mewah dan elegan, Granite Nara Ceramica ini lebih tahan terhadap kelembaban karena memiliki daya serap air kurang dari < 0.5%, jauh dibandingkan dengan keramik yang rata rata mempunyai daya serap air diatas > 3% untuk keramik lantai dan > 10% untuk keramik dinding sehingga tak heran Granite Nara Ceramica dikenal sebagai Granite terbaik di Indonesia.

Semua penutup lantai diatas memiliki keunggulan masing masing, Batu Marmer dan Batu Granite, memberikan kesan mewah tetapi harganya mahal dan perlu perawatan yang ekstra karena berpori, sedangkan Keramik dan Granite Tiles Lebih murah meski kesan mewahnya berbeda dibandingkan dengan Marmer dan Batu Granite. Jadi kalau budget kita terbatas, tetapi kita mau mendapatkan hunian yang terkesan mewah, Granite tiles adalah pilihan yang tepat. Tetapi jangan sampai memilih Granite tiles dengan kualitas yang jelek karena harganya yang miring.

Perlu diingat, kita mengganti penutup lantai itu bisa 5 bahkan 10 tahun sekali. Jangan sampai nanti kita menyesal karena biasanya granite tiles yang murah tidak tahan baret sehingga biasanya dalam waktu 1-2 tahun, permukaannya akan rusak. Perlu waktu dan biaya extra untuk menggantinya kembali dikemudian hari. Granite Nara Ceramica Jauh Lebih Glossy dan Lebih Presisi dibandingkan dengan produk sejenis.

Jadilah pembeli yang cerdas, jangan sampai rumah yang akan anda banggakan menjadi kurang elok karena terbujuk oleh harga Granite yang murah tetapi setelah dipasang barangnya jelek dan tidak sesuai dengan harapan anda. ;')

×